Merekayasakan Sakitnya Setya Novanto, Fredrich Jadi Terdakwa

BeritaBet.com – Fredrich Yunadi didakwa merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Fredrich diduga bekerja sama dengan dr Bimanesh Sutarjo merekayasa sakitnya Novanto.

 

BeritaBet.com – Diduga Fredrich ada sangkut paut dari sakit nya Senov

 

Agen Piala Dunia – “Bahwa terdakwa Fredrich Yunadi bersama dr Bimanesh Sutarjo dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan atau penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka, atau terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi yakni melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau,” ucap jaksa pada KPK Fitroh Rochayanto saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2018).

Fitroh mengungkap perbuatan awal Fredrich dilakukan ketika Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP pada 31 Oktober 2017. Kemudian, penyidik KPK memanggil Novanto sebagai tersangka pada 15 November 2017, tetapi Fredrich selaku pengacara Novanto menyarankannya untuk tidak memenuhi panggilan itu.

“Dengan alasan untuk proses pemanggilan terhadap anggota DPR harus ada izin dari presiden,” sebut Fitroh.

Baca Juga :  Ayah Zumi Zola Gemetar Saat Diperiksa KPK

Namun malamnya, penyidik KPK mencari Novanto di kediamannya untuk dilakukan penangkapan. Hanya saja, saat itu Novanto tidak berada di kediamannya.

“Penyidik KPK menanyakan keberadaan Setya Novanto kepada terdakwa namun terdakwa mengatakan tidak mengetahui padahal sebelumnya terdakwa telah menemui Setya Novanto di Gedung DPR,” ujar Fitroh.

Bandar Online Terpecaya – Belakangan Novanto diketahui kabur ke Bogor bersama politikus Partai Golkar Azis Samual dan ajudan Novanto, Reza Pahlevi. Keesokan harinya, Fredrich menghubungi dr Bimanesh dengan maksud meminta bantuan agar Novanto dapat dirawat di RS Medika Permata Hijau. Fredrich juga meminta dr Bimanesh membuat diagnosa Novanto menderita berbagai penyakit, termasuk hipertensi.

“Dalam rangka menegaskan permintaan itu, terdakwa sekitar pukul 14.00 WIB datang menemui dr Bimanesh Sutarjo di kediamannya memastikan agar Setya Novanto dapat dirawat di RS Medika Permata Hijau,” kata Fitroh.

Saat itu Fredrich memberikan foto rekam medik Novanto di RS Premier Jatinegara, padahal tidak ada surat rujukan dari rumah sakit itu. Mendengar itu, dr Bimanesh menyanggupinya.

Baca Juga :  Anies Baswedan Dihadang Saat Nonton Bola Oleh Paspampres

Pihak RS Medika Permata Hijau tidak memfasilitasi dr Bimanesh melakukan perbuatan tersebut. Namun dr Bimanesh tetap melakukan rekayasa dengan membuat diagnosa yang belakangan diganti menjadi diagnosa kecelakaan mobil.

“Pada sekitar pukul 21.00 WIB penyidik KPK datang ke RS Medika Permata Hijau mengecek kondisi Setya Novanto yang ternyata tidak mengalami luka serius namun terdakwa menyampaikan ke penyidik KPK bahwa Setya Novanto sedang dalam perawatan intensif dari dr Bimanesh Sutarjo,” ujar Fitroh.

Agen Judi Bola Terpecaya – Esoknya pada 17 November 2017, penyidik KPK berkoordinasi dengan tim dokter RS Medika Permata Hijau dengan maksud melakukan penahanan pada Novanto. Kemudian Novanto dirujuk ke RSCM dan diperiksa oleh tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Hasil kesimpulannya menyatakan bahwa Setya Novanto dalam kondisi mampu untuk disidangkan,” ucap Fitro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *